Legalisir Ijazah dan Transkrip di DepKumHam dan DepLu

[CACATAN PENTING: Tulisan dibuat tahun 2008]

Legalisir Ijazah di sekolah atau perguruan tinggi pastinya sudah biasa. Tapi kalau dokumen tersebut di legalisir oleh DepKumHam dan DepLu, ceritanya pasti lain lagi. Yang jelas tidak sesederhana legalisir di sekolah atau di perguruan tinggi.

Siapa sih yang perlu legalisasi semacam ini? Biasanya sih orang-orang yang ingin bersekolah ke Luar Negeri di mana kedutaan atau perwakilan negara tujuan sekolah mewajibkan dokumen ijazah dan transkrip si calon siswa/mahasiswa dilegalisir oleh DepKumHam dan DepLu.

Karena dirasa cukup jelimet dan bisa bikin mumet jadi saya coba catatkan urut-urutan proses legalisasi yang pernah saya jalani belum lama ini.

[ Khusus untuk anda yang akan bersekolah ke Taiwan  lebihkanlah dokumen2 legalisir ini 1 copy masing2  untuk pengurusan VISA di TETO Jakarta selain yang diminta oleh universitas/sekolah anda di Taiwan ]

A. Urutan urus legalisir di DepKumHAM (Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia).

1. Bawa berkas yg sudah dilegalisir oleh perguruan tinggi ke kantor pelayanan Dit Jend Administrasi Hukum Umum (AHU), Direktorat Perdata, Sub. Direktorat Hukum Perdata Umum. Jl. HR Rasuna Said Kav 6-7, Kuningan, Jakarta Selatan. Telp. 021-520 2387 pesawat 205/206. (Berseberangan dengan Plaza Pasar Festival). Kantor pelayanan terdapat di lantai dasar gedung AHU, buka dari jam 9.00 pagi sampai jam 15.00 siang.

a. Pastikan berkas dilegalisir oleh pejabat kampus yang contoh tanda-tangannya (mereka menyebut: SPESIMEN TANDATANGAN) sudah ada (terekam/terdaftar) di Depkumham.

b. Jika ragu atau tidak yakin. Tanyakan dahulu ke Depkumham ’siapa pejabat kampus’ di perguruan tinggi anda yang spesimen tanda tangannya sudah ada di sana. Baru mintalah legalisir ke pejabat tersebut.

c. Bagaimana jika semua pejabat dikampus tidak/belum ada spesimen tandatangannya di Depkumham?. ya HARUS DIBUAT. Caranya?

  • Formalnya spesimen tandatangan untuk keperluan legalisasi dimintakan oleh depkumham melalui surat resmi ditujukan ke pejabat kampus yang melegalisasi dokumen. Kita bisa meminta Depkumham untuk membuatkan surat ini. Terlampir bersama surat ini akan terdapat formulir kosong SPESIMEN TANDATANGAN DAN PARAF yang nantinya di isi oleh pejabat tsb. Formulir ini berisi keterangan NAMA, JABATAN, PARAF, TANDATANGAN & CAP (STEMPEL). Cara ini cukup memerlukan waktu, karena pembuatan surat di Depkumham memerlukan waktu 2-3 hari. Belum lagi proses legalisasi di Depkumham tersebut.
  • Jalan pintasnya, memangkas lamanya birokrasi ini, caranya : abaikan/lewatkan pembuatan surat dari Depkumham, buat saja sendiri lampiran-nya yaitu formulir yang kira-kira sama dengan yang diminta, buat di kertas A4 lanscape (memanjang kesamping). Beri judul diatasnya ’ SPESIMEN TANDATANGAN DAN PARAF’. Tabel/Lembar Spesimen Tanda Tangan
  • Ajukan form tsb ke pejabat kampus yang melegalisir dokumen anda.
  • Kalau pejabat kampus adalah PNS, cantumkan di bawah nama ID NIP-nya.
  • Setelah terisi lengkap bawa form ini ke Depkumham.

2. Ambil nomor antrian di meja informasi, sampaikan kalo mau legalisir. Petugas akan meminta kartu identitas (KTP or SIM dll) untuk ditukarkan dgn kartu tanda tamu di Depkumham sekaligus juga akan memberikan No antrian dan menyilakan anda tunggu panggilan di loket IV (Permohonan Legalisasi). Petugas juga akan meminta anda untuk melengkapi berkas dengan membeli map dan formulir permohonan legalisir di Koperasi Depkumham. Setiap berkas yang akan dilegalisasi dibubuhi materai Rp 6000. Materai bisa di beli di koperasi, satu materai dijual Rp 7000,- . Copy/salin semua berkas yg akan dilegalisasi, untuk dijadikan arsip oleh Depkumham.

3. Susun berkas sedimikain rupa (rapi), masukkan dalam map, lalu serahkan ke loket IV. (tunggu panggilan)

4. Petugas menerima berkas, kemudian petugas akan cheking dan menanyakan apakah pejabat yg dari perguruan tinggi anda spesimen tandatangannya sudah ’terekam’ di depkumham?. Kalo ’memang sudah ada’, petugas akan memberikan tanda terima, berkas akan di proses selama 2 hari kerja. Jika ’belum ada’ , berikan spesimen tanda tangan yang saya jelas kan di bagian 1 c ke petugas tersebut.

5. Di lusa kemudian, ambil nomor antri, serahkan tanda terima ke petugas ke loket legalisasi (IV). Petugas akan cek berkas, jika dinyatakan OK (sudah dilegalisasi), anda diminta membayar bea legalisasi ke Bank BNI (ada di Depkumham). Satu dokumen dikenakan bea Rp. 25.000,-. plus Rp 5000,- (biaya administrasi untuk semua berkas). Jadi kalo anda punya 2 (dua) berkas anda harus membayar Rp. 55.000,-.

6. Datang lagi ke loket IV, serahkan bukti pembayaran dari bank, berkas legalisasi pun akan diserahkan.. (selesai).

B. Urutan urus legalisir di Deplu (Departemen Luar Negeri)

1. Legalisasi dilakukan di Direktorat Konsuler – Deplu (bagian pelayanan – di lantai dasar). Alamatnya di Jalan Pejambon No 6. Jakarta Pusat. Telp. 021 – 344 1508 (sentral). Jalan Pejambon terletak di seberang stasiun Gambir. Layanan dibuka dari jam 9.30 – 16.00. Syarat : dokumen sebelumnya harus sudah dilegalisasi oleh DepKumHam.

2. Lapor ke meja informasi, petugas akan mengarahkan untuk melengkapi dokumen dengan surat permohonan (form permohonan disediakan), map dan salinan dokumen (untuk arsip). Petugas sekaligus juga akan memberikan No urut antrian dan menyilakan antri di loket 2 (bagian Visa dan Legalisasi). Bayar fotokopi dokumen dan map kepada petugas tersebut.

3. Serahkan berkas (sudah tersusun rapi dalam map) ke loket 2, petugas di loket 2 akan mengecek dan memberikan tanda terima sekaligus juga sebagai kwitansi pembayaran. Setiap satu dokumen dikenakan biaya Rp. 10.000,-. . Pembayaran langsung dilakukan di loket tersebut. Dokumen akan di proses dalam 2 hari kerja.

4. Dua hari kemudian, datang dan ambil dokumen dengan bukti pembayaran di loket no 2. Jadi deh legalisir dr Deplu.

Sekedar tambahan catatan saja, ketika saya mengurus di Depkumham tidak ada keterangan yang jelas bagimana alur mengurus legalisasi ini (tak ada diagram alur pengurusan yang terpampang di dinding, termasuk syarat2nya). Akan membuat bingung untuk orang baru seperti saya saat itu. Mumet. Mesti tanya sana-sini, bolak balik legalisir ke kampus lama dan pastinya buang-buang waktu yang semestinya untuk jaman secanggih ini gak perlu terjadi. Beda rasanya jika dibandingan dengan proses pengurusan paspor di imigrasi, semua tertera jelas di sana. Khusus untuk di DepLu jika tergesa-gesa, setelah segalanya beres tanyakan ke petugas loket 2 bisakah dokumen hasil selesai besok. Jika datang cukup pagi, ada kemungkinan anda beruntung, petugas akan menyilahkan anda untuk mengambil hasil ke-esokannya. Lumayan menghemat waktu 1 hari.

About these ads

79 thoughts on “Legalisir Ijazah dan Transkrip di DepKumHam dan DepLu

  1. iyaaa saya tadi juga mendapatkan hal seperti itu, dan ternyata saya harus kembali ke jogya untuk mendapatkan spesimen terebut… wah repot juga yaa…..

    btw kalau boleh tahu anda mendapat sekolah di negara mana ?…. boleh di balas di email saja, maap merepotkan sebab saya ingin sekali bertanya2 banyak tentang hal ini terima kasih.

  2. Halo mas Yunus. Ya memang merepotkan, saya beberapa kali bolak balik, walau saya tinggal di Jakarta dst. Tetep merepotkan. Semoga saja, cepet berubah ‘keadaannya’ jadi lebih baik sehingga menyenangkan semua fihak. Sudah gak jamannya kan ‘menyusahan’ orang. Kapan majunya??…

  3. Mas Laju, mau nanya nih..

    Mas Laju skrg di taipei ya? Saya jg akan melanjutkan ke Taiwan, tepatnya di NTHU, Hsinchu. Saya baru mau ngurus legalisir ijazah n transkrip. Saat ini saya di Palembang. Klo ijazah bahasa Inggris saya lom dilegalisir, gimana caranya biar bisa cepet? Tapi saya punya legaisir bahasa Indonesianya. Makasih ya mas…

  4. salam
    Halo Rilya selamat ya, saya bukan di Taipei..tp di Chungli (1.5jm dr Taipei). Dulu saya dua2-nya dilegalisir sih. Untuk kepastiannya coba saja tanya ke TETO (P’ Rudy – menangani urusan beasiswa). Alamat TETO bs di cari di web.

  5. tahnk you so much for your kind sharing here. it is helpful so much for me as I have to deal with this for all my documents. and I will go to Jakarta myself tohave this legalisation done….so..only the original documents needed to be legalized, am I right?….
    good luck!

  6. Salam kenal Mas laju,. sangat membantu sekali informasinya..
    Saya alumni itb, dan kebetulan juga harus ngurus legalisir ke deplu, depkumham, dan terakhir ke dubes UAE.

    Saya mau nanya mas :
    1. Soal formulir pejabat kampus yang melegalisir, ijazah dan transkrip saya sdh ada tandatangan dari rektor, dan juga NIP nya, apakah masih perlu membuat space formulir ttd itu lagi? karena repot juga klau harus bolak balik Jkt-Bdg cmn untuk hal begituan.. :)
    2. Apakah melegalisir ijazah dan transkrip itu dalam kertas ijazah dan transkrip yang sama? artinya harus berurutan setelah dari depkumham terus dapat legalisir lagi di deplu?
    Jika kertas ijazahnya yang harus dilegalisir dapat dikerjakan di 2 tempat berbeda sekaligus, akan lebih cepat memangkas waktu proses..

    Makasih mas laju.. tolong dibalas ya.. (via email jg gpp..)

  7. Halo mas Hyang Iman, salam kenal ya.. pertanyaannya saya respon spt di bwh ini ya.

    1 .Tidak perlu jika memang foto-copy ijazah & transkrip yg dilegalisir fihak kampus (sang pejabat kampus) contoh (spesimen) tanda-tangannya sudah ada di Depkumham. Menjadi wajib jika yg melegalisir dokumen2 ini tidak ada contoh tanda-tangannya di depkumham. Saya yakin contoh tanda tangan pejabat2 ITB sudah ada di depkumham, karena senior2 mas (alumni2 lain) sudah menyetorkan contoh tanda tangan pejabat ITB. Masalahanya pejabat kampus kan berubah2 ya, nah mungkin saja pejabat baru ini contoh tanda tangannya belum terecord di depkumham. Seperti yg saya alami, ijazah n transkrip yg melegaliris ijazah saya dulu termasuk pejabat baru, contoh ttd-nya tidak ada di depkumham jadi saya buat formulir tsb.

    2. Harus berurutan ya. Pengalaman saya, petugas deplu pernah mananyakan apakah saya sudah ke depkumham sebelumnya.

    3. Coba telp saja dulu saja DepKumHam (no telp tertera di blog), mungkin sudah ada perubahan cara pengurusan. Smoga lebih mudah dan simpel.

    Demikian mas, smoga membantu ya… sukses selalu..

  8. Salam mas Laju,selain ijazah dan transkrip kampus,untuk contoh spesimen ttd yg sdh lama bgm ya:seperti ijazah,hasil UN SMA juga akta lahir.Kepala sekolah dan pejabat pembuat akta lahir sy sepertinya sdh pensiun.Sebab sy diminta membawa dokumen asli bukan fotokopi.

  9. Terimkasih mbak Noor sudah kunjung blog saya,

    Menurut hemat saya spesimen TTD justru untuk mengantisipasi hal2 spt yg mbak alami, misal terjadi perubahan pejabat di sekolah (kampus). Jadi pejabat yg saat ini menjabat langsung dimintakan spesimen TTD-nya.

    Untuk kasus saya yg saya alami di thn 2008 lalu, sy hanya perlu legalisir ijasah dan transkrip nilai S1 saja. Tidak dimintakan ijasah SMA bahkan akte.

    Ada baiknya lebih jelas coba kontak depkumham melalui nomor telpon yg saya cantumkan di blog saya.

    Smoga membantu dan smoga lancar pengurusan dokumen-nya..

  10. Salam Bapak Laju

    Jd sebelum ke Dephum, ijazah kita cukup dilegalisir ke PT yg mengeluakan ijazah kita jd gak usah ke depdiknas lagi?

    Kebetulan sekali saya ingin melanjutkan kuliah ke Austria, dan blog ini amat sangat berguna..

    Terimah kasih atas sharingnya :)

  11. Halo mas Andreas betul mas spt yg saya alami 2 tahun lalu (2008). Sy sarankan untuk kontak via telp ke depkumham, mungkin di 2010 dgn adanya reformasi birokrasi ..prosedurnya lebih ringkas n jelas. Mengenai legalisir ini, setau saya tidak semua negara tujuan stdudi mewajibkan legalisir ke depkumham & deplu. Smoga studinya nanti sukses ya mas..

  12. Wah terima kasih infonya mas, berguna banget. Saya mau legalisir dokumen perusahaan ke Dephumham & Kemlu, jadi bisa dapat gambarannya dari blog ini :)

  13. Halo mas laju. Salam kenal. Saya mau legalisir ijazah utk kuliah. Jika saya liat dari tulisan diatas, maka untuk legalisir ijazah itu tidak perlu legalisir ke notaris dulu ya?
    sebab saya dapet info, kalau kita perlu legalisir ke notaris dulu sbelum legalisir ke depkumham.

  14. Mas Tomy,

    Betul legalisir ijasah tidak perlu ke notaris, syaratnya yg melegalisir ijasah di kampus ‘contoh tanda tangannya ada di depkumham’ (sesuai tulisan saya di blog).

    Demikian mas..

  15. Hallo, saran saja, kalau anda punya banyak acount di dunia maya, posting juga note ini, coz banyak yang ga tau ttg proses ini semua, dan info dari pemerintah sedikit sekali.
    thx

  16. Dear Lajung,

    Terima kasih banyak untuk informasinya.
    Blog Anda sangat membantu saya dalam proses legalisir ke depkumham dan deplu. Walaupun saya tidak melegalisir ijazah.

    Pertama saya berniat utk pakai agency tp mereka charges sangat mahal. setelah saya baca blog Anda ini, ternyata biayanya tidak semahal yg agent minta.

    wahhh..makasih sekali lagi ya mas Lajung.

  17. alhamdulillah, terima kasih mas Laju, skarang terang benderang,
    kemarin saya sempat dibuat bingung juga tentang legalisasi ni, denger2 bahkan
    ongkos untuk calo legalisasi ini minta bayaran 1,5jt,
    tapi setelah baca blog ini, saya jadi tau kalo ternyata ga semahal yang dibayangkan
    terimakasih2, moga2 berkah dan bermanfaat ilmunya

  18. mas skarang domisili di chung li ato jongli?
    kuliah di mana mas?
    saya ketrima di NCU, n sedang berusaha mengontak ppi ncu,
    tapi emailnya dah ga aktif, barangkali mas laju punya info terbaru ppi ncu?

    bahkan saya coba buka website PPI taiwan.org juga ga aktif :D,
    pada ke mana semua ya pengurusnya?

  19. Tahun lalu masih di NCU Chungli , sy selesai Juli 2010. Via email japri sudah terhubung dengan temen2 NCU yg masih aktif ya. Sukses ya. Semoga jalan2 di Taiwannya lancar :)

  20. Halo mas.. mao nanya donk, untuk legalisir ijazah ini memangnya setelah pengajuan VISA, ijazah dan transkrip yang telah dilegalisir di Dephukham, Deplu dan TETO tsb tdk akan dikembalikan ke qta ya? kenapa qta harus buat rangkap 2 untuk dokumen ini? karena sy cari2 informasi, sptnya biaya legalisir di TETO agak mahal per dokumennya.
    Ooia mao nanya juga untuk pengajuan legalisir ini apakah harus org bersangkutan yang datang atau bisa diwakilkan?
    Mohon penjelasannya.. Terima kasih

  21. Halo Aurel. Pengalaman sy pengajuan ini sebelum VISA. Setau sy tidak ada hubungannya dengan VISA, ini disyaratkan Oleh Sekolah/Univ di negara tujuan. Skolah saya di Taiwan mewajibkan dokumen Ijasah dan Transkrip di Legalisir oleh TETO. Untuk dapat legalisir TETO, sebelumnya dia mewajibkan dokumen dilegalisir oleh depkumham dan deplu. Dokumen ASLI akan diperlihatkan saja, yg dilegalisir fotocopy-nya.

    Kenapa mesti rangkap? Pengalaman saya, satu untuk dikirim ke Sekolah (via pos), satu lagi buat urus VISA. Kalo km dapat beasiswa, saran saya kontak TETO tanyakan info tentang pemberi beasiswa. Setau saya, si pemberi beasiswa ada yg membebaskan biaya Legalisir di TETO. Lumayan mahal, 1 dokumen untuk pengurusan bs ratusan ribu tergantung type biasa or ekspress (100-200 rb).

    Yg bersangkutan tidak harus datang, teman2 sy yg diluar kota Jakarta menggunakan jasa pengurusan dokumen di kotanya.

  22. Iya mas… sama Uni ku jg mengharuskan untuk submit dokumen Ijasah dan Transkrip di Legalisir oleh TETO. Tp karena ini pemberi beasiswanya adalah dari Uni, mrk tdk memberikan pembebasan uang pengurusan legalisir. Jd harus mengurus sendiri. Hikss.. betul mas (mahal!)
    Nah yang aku ingin tanyakan, dokumen dibuat rangkap, satu untuk dikirim ke Sekolah, satu lagi buat urus VISA. nah… yg untuk urus visa ini apakah dokumen legalisir fotocopy itu tdk akan dikembalikan ke qta? jadi tdk perlu membuat rangkap 2. Bgmn pengalaman mas? apakah dokumen yg telah dilegalisir dan disubmit untuk pengurusan visa, saat pengambilan visa dokumen tsb tdk dikembalikan lagi ke qta?
    Terima kasih penjelasannya…

  23. Auriel. Maaf sudah lama 2008, lupa2 ingat. Waktu lalu seingat sy krn dok asli (legalisir) sudah dikirim, mereka tidak serta merta menerima dok copynya..jd saya bikin lagi. [jadi buang2 waktu wira wiri sana sini]. Ada baiknya telp saja TETO bagian VISA, mudah2an dengan copy-nya bisa.

  24. Ooh gitu.. okay2 mas. terima kasih banyak atas informasinya. Sangat membantu. saya akan tanya lg lebih jelas ke TETO deh.
    Terima kasih…

  25. Ada ngak agent yang bisa membantu kita kita yang ada di daerah, karena sebelum ke DEplu harus ke ham and hukum kementeria, dan semua harus di jakarta, kita kita yang ada di daerah terlalu mahal dalam biaya transport..kenapa semua harus di jakarta memangnya indonesia dan pejabat pejabat ini tidak tau besarnya ini wilayah negara

  26. mas laju, nanya..
    saya keterima kuliah s1 di industrial design, tunghai, september ini.
    kebetulan dapet beasiswa international student 100% Tuition and fees exemption (NTD$56289 /per semester) plus living expense subsidy (NTD$0 /per semester), in the total amount of NTD$112578 for 2011 academic year.
    nah, yang ingin saya tanyakan:
    perkuliahannya 100% pakai bhs mandarinkah?
    kalo saya belon menguasainya, apa yang harus saya lakukan?
    ambil cuti, ambil sekolah bahasa dulu selama setaon?
    tapi takut beasiswanya ga berlaku..
    kalo langsung ambil kuliah,
    tapi ga ngerti bahasanya, ntar ipk ancur & malah beasiswanya angus..
    mohon pencerahannya ya mas..
    pakai japri juga boleh.
    makasih banyak :)

  27. Mas Heri,

    Ini infonya ttg agent dari temen sy

    Siapun yang akan kuliah di Taiwan dan butuh agent dalam hal pengurusan segala sesuatu dokument yang di perlukan temen2 bisa ke Ibu lili. Beliau juga agent yang khusus mengurusi segala macam surat ke Taiwan, beliau bs dihubungin di 08164808912 / 021-65307302 / 92793286. Selain dokumen untuk kuliah, Ibu Lili juga bisa urus segala sesuatu yang berhubungan dengan Taiwan seperti dokumen TKI/TKW, pernikahan, tiket pesawat, translate dokumen, dll.

    Sumber: Mas Hadi Kuntjara dari milis PPI-Taiwan

  28. Halo cristine,

    Terimakasih sudah kasih comment (tepatnya pertayaan) di blog saya ya…
    Maaf saya tidak bisa membantu menjawab pertanyaan Cristine. Pertanyaan
    Cristine sy CC-kan ke Rekan saya yg studi S1 dan S2nya di NCU
    Taiwan. Mudah2an ia bisa membatu menjawabnya.

    Sekedar info saja dari apa yg saya alami, sy di Taiwan studi S2 selama
    2 tahun dan sudah selesai 2010. Program saya 100% berbahasa Inggris (international program). Program saya 100
    persen diikuti oleh orang2 asing (alias tidak ada mahasiswa lokal),
    namun demikian mata kuliah yg saya ambil beberapanya bercampur dengan
    student2 lokal ada yg S1-S2-S3, si dosen di sini kadang di dalam kelas
    menggunakan bahasa mandarin untuk menjelaskan lebih ke student lokal.
    Sy tidak mempunyai kemampuan bahasa mandarin sebelum ke Taiwan. Selama
    studi dan sampai saat ini boleh dibilang saya gak bisa mandarin, krn
    studi saya tidak mewajibkan dan saya merasa kesulitan belajar bahasa
    mandarin.

    Berdasarkan ngbrol2 dengan student S1 stau
    saya sebelum ke Taiwan mereka belajar bahasa dan materi2 yg diujikan
    untuk bisa lulus/mendapatkan sekolah di Taiwan. Proses belajar ini ada
    yg di Taiwan selama 1 thn. Namun dengar2 kebijakan Taiwan dalam
    merekrut student2 S1 asing mengalami perbedaan tahun2 belakangan ini.

    Jika ingin lebih jauh mengetahui keberadaan student2 Indonesia di
    Taiwan silakan cek/kontak mereka melalui perkumpulannya, ada PPI
    (perhimpunan pelajar indonesia) dan PERPITA (perkumpulan mahasiswa
    Indonesia yang berada di Taiwan). PPI Taiwan baru saja di bentuk tahun
    2009/2010 lalu sedang PERPITA sudah lama berdiri (1960). Inilah link2
    web mereka.

    http://perpita.freeinterchange.org/zh_tw/about1-02.htm

    http://ppitaiwan.org/

  29. mas laju saya dah mau selesai legalisir, dan info dari mas laju berguna banget
    dan ada yang perlu direvisi, per tahun 2011 ini
    biaya depkumham : 25.000 per lembar, ditambah materai 6.000, waktu proses 2 hari (termasuk mendaftarkan spesimen pejabat kampus)
    deplu : 10.000 + materai 6.000. waktunya 2 hari juga
    dan terakhir, di TETO, jangan lupa membawa ijazah+trnskrip asli dan terjemah juga
    kebetulan kampus saya mengeluarkan 2 ijzah+transkrip indonesia terjemah dan terjemah inggris,
    waktu dibawa ke TETO, tetonya menghendaki semua dibawa.
    itu aja perubahannya,. makasih banyak

  30. makasih mas laju atas apresiasinya.
    strategi saya yang sekarang adalah mengurus visa dulu, secepatnya berangkat ke taiwan, dan bertanya langsung di kantornya.
    semoga bisa mendapat win-win solution di sana.
    terima kasih :)

  31. Coba ke http://www.everydaymandarin.com

    Bukan promo, tp krn sy pake mrk hihi…Sy rekomendasi krn aman dan mrk bertanggung jawab, ini sy dpt dr senior2 di NTUST.

    Mayoritas mahasiswa ITS dan ITB terjemah & legalisir doc ijazah, transkrip, medical di TETO di mereka. Biaya ok jk dibanding urus sendiri yg musti bolak-balik ke byk tpt. Jg agen2 lain yg jauh lbh mahal. Sy sudah mencobanya.
    Visa S2 di Taiwan jg hrs jg resident visa resident.

  32. Mas laju, kalo ijazah dan transkrip kita (terutama english) belum leges dari pejabat kampus, bisa hak di leges notaris sebelum ke depkumham?

  33. Ping-balik: Legalisir Ijazah dan Transkrip di DepKumHam dan DepLu (via Lajung’s Weblog) « My Mind

  34. Hi, saya mau nanya mengenai legalisir akte lahir yang sudah di translate oleh sworn translator di dephum, apakah ada yang pernah ? Apakah bisa dan apa persyaratannya ?

    Terima kasih sebelumnya.

  35. Mas Laju, info dari mas sangat berguna sekali, kami dan teman-teman saat ini sedang kebingungan mencari informasi tentang persyaratan pengurusan student visa keluar negeri, saat ini saya sedang menyelesaikan studi S3 di JRU Pilipina, namun ketika pihak sekolah minta dokumen yang dilegalkan oleh pejabat berwenang di Indonesia kemudian ke Ebassy Pilipina, maka kami kesulitan, karena dokumen apa yang harus kami siapkan, ada sedikit info bahwa dokumen yang harus saya siapkan adalah, Police Clearing, Bank Referensi, Akte kelahiran Ijasa dan Trankrip S2, pertanyaan saya:
    1. apakah sama pengurusan persyaratan untuk studen visa Taiwan dengan studen visa Pilina?
    2. Bisa tidak kalau temen-temen kita sebanyak 28 orang ini pengurusannya di wakili satu orang saja? karena mereka ada di Pontianak, Padang, sulawesi jatim, jateng jabar, banten dan jakarta.
    3. Mas Laju, minta bantuan alamatnya biro jasa yang menawarkan biaya kompetitif, maklum kami semua biaya sendiri.

  36. Mas Sumo,

    Terimakasih sudah mengunjungi blok saya Sy cb jawab ya mas.
    1. Pengurusan visanya beda mas, Sy ke Taiwan dapat beasiswa dari pemerintah Taiwan, Pemberi beasiswa membebaskan beaaya visa termasuk kemudahan untuk mendapatkan visa. Jadi waktu itu sy hanya mengisi formulir pengajuan visa, paspor dan hasil test kesehatan yg disyaratkan pada formulir (spt hasil test HIV dll)
    2. Pengurusan per kelompok mungkin bs via biro jasa mas. Saran saya coba kontak Kedutaan Pilipina saja, minta penjelasan by phone or email.
    3. Sy tidak pernah menggunakan biro jasa, sy urus sendiri krn sy tinggal di jakarta dst. Btw ini ada info ttg kontak person urus2 dokumen ke Taiwan, mingkin bs ditanyakan ke beliau u/ ke Pilipina, Ini infonya ttg agent dari temen sy. Siapun yang akan kuliah di Taiwan dan butuh agent dalam hal pengurusan segala sesuatu dokument yang di perlukan temen2 bisa ke Ibu lili. Beliau juga agent yang khusus mengurusi segala macam surat ke Taiwan, beliau bs dihubungin di 08164808912 / 021-65307302 / 92793286. Selain dokumen untuk kuliah, Ibu Lili juga bisa urus segala sesuatu yang berhubungan dengan Taiwan seperti dokumen TKI/TKW, pernikahan, tiket pesawat, translate dokumen, dll.

    Demikian infonya, smoga membantu.

  37. trimakasih atas infonya mas….ngurusnya bisa diwakilkan g sih? domisili di jogja nih. Agak repot juga harus meninggalkan pekerjaan sedangkan di sana prosesnya lama juga…..syukran

  38. Friends, Seandainya ada yang perlu pengurusan legalisir ke Depkumham, Deplu, DIKTI dan sampai kedutaan, bisa menghubungi GamiraphTrans, Biro Penerjemah Resmi Tersumpah dan Legalisasi Dokumen.
    Disana juga membantu menerjemahkan semua dokumen anda ke berbagai bahasa, seperti Mandarin, Inggris, Jepang, Perancis, Belanda, Jerman, dll

    (Proses Legalisir di Depkumham sampai Deplu hanya perlu waktu maksimal 3 hari kerja)

  39. mas mo nanya, klo legalisir ckp ke depkumham-deplu or depkumham-deplu-depdiknas? atau tergantung kedutaannya?

    trus yg dilegalisir ckp transkrip sm ijazah sj atw smua required document yg di minta universitas tujuan?

    brp lm biasanya waktu legalisir? ckp g smua legalisir sehari or hrs beberapa hari?

    thx atas sarannya….. maaf pertanyaannya bnyk maklum pertama kali mencoba…. :}

  40. mas Dani,
    ke Diknas gak perlu kalo sudah punya ijazah yg sudah dilegalisir dr univ asal. Dokumen apa aja yg dilegalisir tergantung univ tujuan. Total pengurusan legalisir kl diurus sendiri bisa 1 mingguan lebih (Depkumham 2 hr, Deplu 2 hr, Kedutaan/kantor perwakilan 4 hr-an). Semoga sukses.

  41. alamat gamiraphtrans dimana ya?

    skalian mau tanya, saya dulu s1 di china mau melanjutkan s2 di indo…
    tapi saya kesulitan saat akan menyetarakan ijazah di dikti, adakah yang sudah pernah… mungkin bisa berbagi pengalaman…
    atau ada yang tau agen jasa penyetaraan ijazah luar negri yang resmi dan terpercaya? mohon bantuannya…
    trimakasih banyak atas infonya…

  42. mas laju makasih infonya.
    sangat membantu
    saya hanya ingin bertanya,
    1. dokumen yang saya legalisir itu adalah dokumen yang sudah ditranslet bersumpah, apakah poin 1a itu masih berlaku yang mengenai legalisir dan tanda tangan pejabat kampus?

    2. apakah mengurus legalisir ini bisa diwakilkan oleh orang lain? atau harus orang yang bersangkutan?

    terimakasih

  43. Tasha,
    1. Setau saya tetep perlu dilegalisir, misalnya oleh Notaris.
    2. Mengurus legalisir bisa diwakilkan, termasuk ke lembaga pengurusan dokumen2. Sy pernah googling, ternyata ada lembaga2 yg bs bantu urus2 ke depkumham, deplu hingga ke kedutaan.
    Terimakasih.

  44. Thanks buat blog-nya Mas. Keep the spirit.
    Cuma mau tanya, kalau utk ke Rusia, apakah setelah dokumen disertai spesimen tanda tangan Pejabat Kampus, perlu dilegalisasi Notaris lagi?
    Thanks before :)

  45. Mas Steven, jika sudah dpt TTD pejabat kampus, gak perlu Notaris. Krn TTD pejabat kampus plus capnya menyatakan bahwa Dokumen yg dimiliki Legal (legalisir). Smoga lancar pengurusan dan studinya nanti. Mantabs euy bs jalan2 ke Russia :).

  46. FYI, untuk yang lulusan perguruan tinggi swasta tidak bisa menggunakan Specimen paraf dan tanda tangan, karena akan ditolak oleh depkumham.
    Yang dari univ swasta diharuskan ke Dikti Depdiknas di Pintu senayan Gedung D lantai 7. Legalisir di sana gratis, cuma yang harus dipersiapkan : Surat keterangan dari Univ bahwa Anda benar2 pernah kuliah di sana, dll. Kalo Binus, bisa request Surat keterangan mahasiswa sudah tidak aktif (karna sudah lulus). Kemudian Surat pernyataan yang dibuat diri sendiri, keperluan legalisir untuk apa.

  47. mas Laju yg baik hati..
    sering2 share info2 ky gini ya,,biar anak muda indonesia gk gappeng(gagap pengalaman), dan jadi korban calo2 departemen.
    semoga amal ini menjadi hitungan yg tak kan habis pahalanya buat mas laju:)

  48. Natassya,
    Yg dimaksud dokumen yang terlegalisir menurut hemat saya adalah foto copy (salinan) ijasah yang dinyatakan syah/legal sesuai aslinya dengan dibubuhi Cap dan Tandatangan pejabat yg berwenang (Kampus, Diknas, Kemenkumham, Deplu). Untuk bisa dinyatakan syah, sebelumnya foto copy ijasah tsb dicek dengan dokumen aslinya (IJASAH ASLI). Demikian.

  49. Mas Laju, aku juga mau ambil S2 di spanyol,
    apakah semua dokumen yg diajukan utk dilegalisir di Diknas, Kemenkumham, Deplu, harus di terjemahkan ke bahasa spanyol? atau cukup dengan bahasa indonesia (setelah dilegalisir pejabat PT) ?

    makasih

  50. Dhenok,
    Kalo bahasa Indonesia saja sy pikir tidak cukup, krn mereka (univ penerima S2) kan pengen menilai/membaca yg mereka bs pahami. Diterjemahkan ke bahasa apa tergantung permintaan sekolah di sana (disebutkan jelas mestinya di syarat2 melamar sekolah), umumnya diterjemahkan ke bhs Inggris. Smoga sukses

  51. mereka (univ) minta dokumennya dlm bhs spanyol mas.
    iya mas Laju aga bingung karena pendapat orang beda2, jadi maksud saya, setelah urusan legalisir selesai, baru saya terjemahin ke spanyol atau di terjemahin dulu baru memulai proses legalisir.

    Penerjemah spanyol minta smua dokumen di legalisasikan dulu di Diknas, Kemenkumham, Deplu, baru diterjemahkan, sedangkan dr Menkumham minta dokumen2 di terjemahkan dahulu ke spanyol, baru dilegalisir.

    Yang benar yg mana yah mas?

    makasih

  52. Dhenok,

    Dokumeny yg mau dierjemhkan pastinya diserahkan ke PENERJEMAH yg di SUMPAH. Logikanya ia akan mau menerjemahkan dokument yang LEGAL (sudah dilegalisir) dr yg berwenang di Indonesia, minimal dari UNIV mbak di sini atw DIKNAS. Setelah itu baru di bawa ke kemenkum ham dan seterusnya.

    Begitu, Kalo penerjemah maunya dilegalsiir dulu sampe Deplu, berarti nanti yg terjemahan spanyol menyusul , jd kerja dua kali lah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s